Postingan

PRAGMATIK

 NAMA : ELYANA PUSPITA HADI  NPM     : 23410068 PERBEDAAN ILMU PRAGMATIK, SEMANTIK, DAN SOSIOLINGUISTIK Pragmatik sama dengan semantik karena sama-sama mengkaji makna bedanya jika semantik mengkaji makna kata, makna leksikal, makna apa adanya yang terlihat dari bentuk sementara pragmatik mengkaji makna yang tertuang di dalam kalimat yang dikendalai oleh konteks. Bahasa tidak hanya berupa bentuk dan isi (yang dikatakan isi adalah makna yang tertuang di dalam bentuk) dengan kata lain pragmatik mengkaji maksud arti kalimat bukan arti kata berarti apa yang ada dibalik tuturan tersebut. Untuk melihat tuturan itu kita perlu melihat konteksnya (kapan, siapa, pada siapa tuturan diucapkan, di mana tuturan itu diucapkan, dan apa tujuanya). Peristiwa tutur dikaji oleh Delhaems dengan speaking, situation, participant (siapa yang berbicara, pada siapa dia berbicara), N (tujuan pembicaraan), action (tuturan yang diucapkan), K key (kunci dilihat dari tuturanya), I instrumen ( bis...

PRAGMATIK

  Nama   : Elyana Puspita Hadi NPM    : 23410068 Prodi   : PBSI Kelas   : 4B   SEJARAH LAHIRNYA PRAGMATIK Pragmatik adalah cabang linguistik yang mempelajari hubungan antara bahasa dan konteks penggunaannya. Istilah pragmatik pertama kali diperkenalkan oleh Charles W. Morris pada tahun 1938. Morris membagi semiotika menjadi tiga bagian yaitu sintaksis, semantik, dan pragmatik. Menurutnya, pragmatik adalah studi tentang hubungan tanda-tanda yang melibatkan penafsiran. Morris berpendapat bahwa pragmatik mempelajari hubungan antara tanda dan interpretasinya dalam konteks komunikasi. Ilmu pragmatik kemudian berkembang di Eropa selama periode 1940-an. Pada tahun 1960-an, J.L. Austin berkembang di Amerika Serikat, memperkenalkan konsep tindak tutur dalam bukunya How to Do Things with Words (1962), yang membedakan antara tuturan performatif dan konstatif. Ilmu pragmatik di Amerika Serikat juga dipengaruhi oleh murid Aust...

Kajian Semantik Analisis Ragam Makna dalam Album Lagu Tulus

                                     Kajian Semantik Analisis Ragam Makna dalam Album Lagu Tulus  ss Nazella Tri Wulandari, Elyana Puspita Hadi Universitas PGRI Semarang   Abstrak Artikel ini menganalisis ragam makna dalam album lagu Tulus melalui pendekatan semantik, dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi makna denotatif, konotatif, dan idiomatik dalam beberapa lagu populer Tulus. Hasilnya menunjukkan bahwa lirik-liriknya tidak hanya mengandung arti literal tetapi juga menyampaikan emosi dan pesan yang mendalam. Kesimpulannya, karya Tulus menawarkan pengalaman mendengarkan yang kaya, mengajak pendengar untuk merenung dan merasakan berbagai nuansa kehidupan dan cinta yang universal. Pendahuluan Tulus adalah seorang penyanyi dan penulis lagu Indonesia, yang dikenal karena liriknya mendalam dan penuh makna. Dalam a...

Tetaer Gema "WHERE THE CROSS IS MADE" Karya Eugene O'Neill

Gambar
  Naskah: "WHERE THE CROSS IS MADE" Karya Eugene O'Neill Tidak ada secuil karang pun menempel di tubuhnya yang indah. MARRY ALLEN, berlabuhlah seperti yang kujanjikan!" Pentas Teater Gema Where The Cross Is Made dilaksankan di Balairung UPGRIS, pada tanggal 5 Desember 2024 dan dijadikan menjadi dua sesi. Drama teater ini sangat totalitas dengan kapal buatan dari tetaer gema yang begitu mewah dan megah. Seorang anak kapten kapal yang di didik keras oleh ayahnya bahwa dahulu ayahnya adalah pelaut yang hebat dengan kapal megah namun, di masa kini sang anak mengalami halusinasi dan depresi berat yang menggangu kejiwaanya, karena ternyata ayah dan awak buah kapalnya sudah mati tenggelam, namun sang kakak mengangap ayahnya masih hidup dan terus menerus menuntutnya untuk percaya Kapal Maeeryy Allen masih berlayar di samudra luas.

MENGKAJI PUISI PADA SEMITRA VIII PBSI UPGRIS

Gambar
                                                                                Biru Bukit, Bukit Kelu Karya Taufiq Ismail Tema             Puisi ini mengangkat tema keindahan alam dan perasaan keheningan. Struktur dan Gaya Bahasa             Puisi ini menggunakan struktur yang teratur, mencerminkan kedamaian dan ketenangan yang dihadirkan oleh alam. Gaya bahasa yang digunakan adalah deskriptif dan metafora. Simbolisme ·        Biru Bukit melambangkan kedamian dan ketenangan. Warna biru sering dakitkan dengan perasaan tenang dan damai ·        Bukit Kelu melambangkan...

Seminar Nasional Literasi VIII Prodi PBSI, FPBS, Universitas PGRI Semarang

Gambar
Seminar Nasional Literasi VIII   Tema " Intelejensia Artifisial dan Etika Pemanfaatanya di Lingkungan Akademik" Eksposisi Seminar Nasional Literasi VIII dilaksanakan di lantai 6 Kampus IV UPGRIS, Jalan Gajah Raya Semarang, Kamis, 5 Desember 2024.   Acara seminar ini mengundang dua pembicara yaitu Prihantoro, Ph.D. (Dosen UNDIP, Pakar Korpus Digital) dan Dr. Icuk Prayogi, S.S., M.A. (Dosen PBSI UPGRIS) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Semarang menyelenggarakan Seminar Nasional Literasi VIII dengan tema “Intelejensia Artifisial dan Etika Pemanfaatanya di Lingkungan Akademik.” Ada beberapa subtema yang diadakan pada Seminar Nasional Literasi VIII : ·        Penguatan Budaya Literasi ·        Perkembangan Mutakhir dalam Pendidikan Bahasa dan Sastra ·        Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Bahasa d...

MENGKAJI PUISI DI ACARA MAHASASTRA 736

Gambar
1. BERI DAKU SUMBA         Beri Daku Sumba Karya Taufiq Ismail          Kerinduan bisa kita ekspresikan lewat apa saja, seperti halnya puisi Beri Daku Sumba karya Taufiq Ismail. Puisi ini mengungkapkan kekaguman dan cintan Taufiq Ismail terhadap Sumba melalui deskripsi alam yang indah dan kehidupan sederhana di Sumba. Taufiq Ismail menggambarkan keindahan alam Sumba saat ia berkunjung di Uzbekistan, dengan penuh nostalgia dan kekaguman. Struktur dan Gaya Bahasa             Puisi ini terdiri dari beberapa bait yang menggambarkan aspek kehidupan di Sumba, seperti padang rumput, peternak perjaka, ringkik kuda, dan cuaca tropika. Puisi ini menggunakan gaya metafora untuk menggambarkan alam dan kehidupan di Sumba. Kata-kata yang digunakan sangat visual dan deskriptif memungkinkan pembaca membayangkan dengan jelas pemandangan dan suasana yang digambarkan, misalnya, “matahari Bagai bola a...