Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

PRAGMATIK

 NAMA : ELYANA PUSPITA HADI  NPM     : 23410068 PERBEDAAN ILMU PRAGMATIK, SEMANTIK, DAN SOSIOLINGUISTIK Pragmatik sama dengan semantik karena sama-sama mengkaji makna bedanya jika semantik mengkaji makna kata, makna leksikal, makna apa adanya yang terlihat dari bentuk sementara pragmatik mengkaji makna yang tertuang di dalam kalimat yang dikendalai oleh konteks. Bahasa tidak hanya berupa bentuk dan isi (yang dikatakan isi adalah makna yang tertuang di dalam bentuk) dengan kata lain pragmatik mengkaji maksud arti kalimat bukan arti kata berarti apa yang ada dibalik tuturan tersebut. Untuk melihat tuturan itu kita perlu melihat konteksnya (kapan, siapa, pada siapa tuturan diucapkan, di mana tuturan itu diucapkan, dan apa tujuanya). Peristiwa tutur dikaji oleh Delhaems dengan speaking, situation, participant (siapa yang berbicara, pada siapa dia berbicara), N (tujuan pembicaraan), action (tuturan yang diucapkan), K key (kunci dilihat dari tuturanya), I instrumen ( bis...

PRAGMATIK

  Nama   : Elyana Puspita Hadi NPM    : 23410068 Prodi   : PBSI Kelas   : 4B   SEJARAH LAHIRNYA PRAGMATIK Pragmatik adalah cabang linguistik yang mempelajari hubungan antara bahasa dan konteks penggunaannya. Istilah pragmatik pertama kali diperkenalkan oleh Charles W. Morris pada tahun 1938. Morris membagi semiotika menjadi tiga bagian yaitu sintaksis, semantik, dan pragmatik. Menurutnya, pragmatik adalah studi tentang hubungan tanda-tanda yang melibatkan penafsiran. Morris berpendapat bahwa pragmatik mempelajari hubungan antara tanda dan interpretasinya dalam konteks komunikasi. Ilmu pragmatik kemudian berkembang di Eropa selama periode 1940-an. Pada tahun 1960-an, J.L. Austin berkembang di Amerika Serikat, memperkenalkan konsep tindak tutur dalam bukunya How to Do Things with Words (1962), yang membedakan antara tuturan performatif dan konstatif. Ilmu pragmatik di Amerika Serikat juga dipengaruhi oleh murid Aust...