ELYANA PUSPITA HADI
Ulasan Buku Bermula Kembara Bermuara Kendara
Bermula Kembara Bermuara Kendara
Karya Setia Naka Andrian
Ulasan Buku
Bermula Kembara Bermuara Kendara
Oleh Elyana Puspita Hadi
Judul Buku : Bermula Kembara Bermuara kendara
Penulis : Setia Naka Andrian
Penerbit : Lembaga Pelatihan Kerja Sangkar Aceh
Cetakan : I, Agustus 2021
Tebal : 13 x 20 cm; vi + 62 halaman
ISBN : 978-623-97686-1-4
Bermula Kembara Bermuara Kendara karya Setia
Naka Andrian (Sangkar Arah Pustaka,
Agustus 2021) berisikan
tulisan- tulisan yang
menampilkan kombinasi pengalaman sehari-hari, penjelajahan/petualangan, dan
hal-hal yang terjadi dilingkungan sekitar dituangkan menjadi sebuah karya yaitu karya puisi
oleh Setia Naka Andrian.
Dilihat dari isi buku Bermula
Kembara Bermuara Kendara (BKBK), Setia Naka Andrian menuliskan puisi sesuai
dengan apa yang dia lihat dan dia alami semasa berpetualang.
Penyair adalah Setia Naka Andrian
yang merupakan seorang dosen di
Universitas PGRI Semarang.
Judul buku Bermula Kembara Bermuara
Kendara dalam bahasa Indonesia mempunyai arti Mulai Petualangan. Dalam puisi ini gaya
penulisan mengungkapkan perasaan emosi, dan pengalaman pribadi dengan
cara yang simbolis, artistik dan
tidak menggunakan struktur puisi yang formal seperti bait dan larik. Meskipun demikian buku puisi (BKBK) tetap
menggunakan bahasa yang indah, imaginatif, dan eskpresif.
Jika dibaca isi buku (BKBK), ide
penulisan puisi seringkali didapatkan dari
pengalaman pribadinya sehari-hari dan perjalananya selama berpetualang
menjelajah beberapa kota serta pertemuan dengan orang lain dalam perjalanan.
Setia Naka Naka Andrian menuliskan pengalaman berkesanya ke dalam puisi yang kompleks dan indah. Dengan demikian judul buku Bermula Kembara Bermuara Kendara karya Setia Naka Andrian (Sangkar Arah Pustaka, Agustus 2021), memiliki tema perjalanan. Perjalanan yang menjadi ide buku puisi bukanlah hanya sekedar lokasi geografis atau waktu tertentu, tapi juga merupakan wadah untuk mengabadikan pengalaman berkesan yang bisa di baca kembali sehingga membuat pembaca ikut merasakan emosional dan soisal yang dialami oleh penyair sendiri.
Setiap akhir bacaan puisi selalu dicantumkan latar tempat
dan waktu yang dimana
mengartikan
puisi tersebut ditulis oleh penyair saat berada ditempat tersebut dan
pengalaman apa saja yang dia jalani. Contohnya
pada halaman pertama
buku puisi Bermula Kembara
Bermuara
Kendara karya Setia Naka Andrian (Sangkar Arah Pustaka, Agustus 2021), yaitu puisi Halaman
Belakang dituliskan diakhir yaitu Tayu, April 2020.
Sampai pada puisi
terakhir Menenggak
Segelas Saja yaitu Kendal,
Februari 2021.
Dalam buku puisi (BKBK) penyair juga menggambarkan keindahan alam dengan menggunakan teknik deskriptif, contoh : “memasuki bibir Pantai” dan “garis Pantai yang panjang dengan gradasi warna pasir putih dan hitam” dapat diartikan untuk menggambarkan keindahan alam.
Perjalanan memberikan pengalaman langsung kepada penyair. Membuat penyair untuk menangkap momen-momen kehidupan yang berharga dan mengubahnya menjadi puisi. Setiap perjumpaan dengan orang dan tempat baru menumbuhkan perspektif baru yang dituliskanya pada puisi.
Buku
puisi Bermula
Kembara Bermuara Kendara karya Setia Naka Andrian
(Sangkar Arah Pustaka, Agustus
2021), mempunyai tema perjalanan kerap mengajarkan kita bahwa banyak
hal yang berkesan yang bisa
kita kenang dan disimpan dalam sebuah tulisan.
_Elyana Puspita Hadi mahasiswa Pendiidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia semester tiga Universitas PGRI Semarang
Komentar
Posting Komentar